Hati-Hati Bunyi Decit pada Mobil Anda on 11 Jun 2015

Brake pad/shoe menjadi salah satu komponen utama yang punya umur pakai tertentu.


Sistem rem sangat vital. Bayangkan Ketika terjadi panic brake pada kecepatan 100 km/jam. Mobil baru bisa berhenti pada jarak minimal 30 meter. Itu kalau mobilnya punya piranti rem yang mutahir. Kalau tidak jarak berhentinya lebih jauh lagi. Dan ingat, kondisi bisa terjadi kala sistem rem Anda bekerja dengan baik. Jika tidak?

Dari komponen pengereman, brake pad/shoe menjadi salah satu komponen utama yang punya umur pakai tertentu. Makanya harus kita kontrol setiap waktu. Fungsinya memiliki dasar yang sama dengan pengereman pada sepeda namun memiliki tingkat kompleksitas serta kekuatan yang lebih besar.

Adalah sebuah sistem hidrolik yang berisi minyak rem untuk memicu kaliper agar menggerakan sepasang brake pad guna menekan cakram. Dan gesekan antar keduanya yang menyebabkan mobil Anda berhenti.

Aus dimakan gesekan
Seiring waktu, akibat gesekan tersebut akhirnya bantalan brake pad yang biasanya terbuat dari asbes akan menipis. Pada kondisi ini efektitasnya menurun.

Kondisi ketebalan brake pad dapat dilihat langsung. “Gunakan senter, lihat disela-sela cakram dan kaliper, terdapat bantalan brake pad. Jika ketebalannya di bawah ½ cm, pertanda kondisi brake pad sudah sangat tipis. Segera lakukan penggantian,” ujar Yusuf Ali kepala mekanik Praju Motor.

Jika kesulitan mengintip, ada cara lain. Perhatian ektra dibutuhkan terhadap bunyi yang timbul saat pengereman. Pada brake pad, umumnya terdapat pentul besi kecil penanda batas bawah ketebalan. Jika brake pad sudah sangat tipis, saat pengereman pentul besi kecil tersebut akan ikut tergesek pada cakram dan menghasilkan bunyi yang mengganggu.

“Apabila gesekan tersebut berlangsung lama bisa dipastikan akan merusak permukaan cakram yang harganya tentu tidak murah. Deteksi dengan bunyi ini berlaku juga dengan sistem rem menggunakan tromol,” tutup Yusuf.