Toyota Indonesia Dukung Pemerintah Soal Energi Alternatif

Sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia dan Indonesia, Toyota ingin berpartisipasi dalam penggunaan energi alternatif pada kendaraan. Ditargetkan pada tahun 2020, Indonesia sudah mengurangi penggunaan bahan bakar minyak.

Disampaikan oleh Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, Toyota Indonesia mendukung konversi penggunaan bahan bakar, dari bahan bakar minyak ke energi alternatif.

Warih menambahkan hal itu merujuk pada Rencana Umum Energi Nasional yang beberapa waktu lalu digelar oleh Dewan Energi Nasional (DEN) dan Menteri ESDM, Sudirman Said. Ditargetkan pada tahun 2020, bensin sebagai bahan bakar pada kendaraan dapat berkurang penggunaannya.

"Sebenarnya di Rencana Umum Energi Nasional ditetapkan bahwa nanti sekitar 40 persen pada tahun 2020 penggunaan bensin berkurang. Kita sebagai Toyota Indonesia ingin berpartisipasi untuk mendukung kegiatan itu," kata Warih Andang.

Sebagai salah satu wujud dukungan Toyota Indonesia pada rencana tersebut, Toyota membuat prototipe kendaraan seperti mobil berbahan bakar CNG yang hingga saat ini masih dalam tahap evaluasi pelaksanaan.

"Pada tahun 2020, kita harapkan bahwa penggunaan energi seperti gasoline itu berkurang, pasti ada energi alternative, apakah bio ethanol dan bio diesel. Kita mencoba prototipe agar dicek dulu, jadi saat nanti pemerintah mulai, kita siap," tandasnya.